Sebagai wujud nyata penerapan ilmu di masyarakat, Prodi Biologi (Jurusan Bioteknologi) Fakultas Ilmu Kesehatan Sains dan Teknologi, Universitas Dhyana Pura secara rutin melaksanakan darma yang ke tiga yaitu pengabdian masyarakat. Kali ini yang disasar adalah kelompok tani jamur tiram yang ada di Desa Luwus, Kabupaten Tabanan. Kelompok tani jamur tiram yang beranggotakan kurang lebih delapan orang ini memiliki masalah dalam penanganan limbah baglog jamur. Seiring dengan tingginya minat konsumsi masyarakat terhadap jamur tiram maka budidaya jamur semakin berkembang sehingga masalah limbah baglog tidak terelakkan.
Ada beberapa alternatif dalam mengelola limbah baglog jamur tiram diantaranya adalah mengolahnya menjadi pupuk organik/kompos, media tanam seperti media tanam anggrek, hidroponik substrat, serta tanaman hias lainnya, media pemeliharaan belut, dan sumber energy berbahan biomassa. Pada kegiatan ini tim dosen dan mahasiswa biologi mendampingi dan melatih para anggota/petani jamur tiram memanfaatkan limbah baglog untuk media tanam bibit bunga gemitir (Tagetes erecta) dan cabai merah. Limbah baglog yang terdiri dari plastik, gelang plastik dan bahan organik berupa serbuk gergaji dipisahkan terlebih dahulu, yang digunakan untuk media tanam adalah bahan organiknya saja. Kemudian dengan melakukan beberapa perlakuan serta tahapan fermentasi bahan selama kurang lebih seminggu bahan tersebut sudah siap untuk digunakan. Seperti diketahui bahwa di Bali kebutuhan terhadap bunga khususnya untuk sarana persembahyangan sangat tinggi sehingga dengan memberi pelatihan pembibitan bunga gemitir tentu akan memberi nilai tambah bagi anggota kelompok tani jamur.
Jurusan Bioteknologi, Prodi Biologi Undhira Bali memiliki profil lulusan sebagai Quality Assurance (penjamin mutu), Field Manager & Production (manajer lapangan dan produksi), Researcher (peneliti), Bioentreprneur (pengusaha bidang biologi), Edutrainer (Pendidik), Cosultant (konsultan). Peminatan studi yaitu bioteknologi kesehatan & pangan, lingkungan dan biokonservasi (tanaman obat, satwa liar, terumbu karang).


