GIANYAR – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Dhyana Pura (Undhira) hadir mendampingi Kelompok Tani Giri Sari di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, untuk meningkatkan efisiensi budidaya ikan nila. Selama ini, kelompok pembudidaya ikan nila menghabiskan biaya besar untuk pembelian pakan pelet, bahkan satu petak kolam bisa menghabiskan lebih dari satu karung per minggu. Kondisi ini membuat pendapatan bersih petani hanya berkisar Rp1,5 juta per bulan. Situasi tersebut mendorong tim Undhira menawarkan alternatif pakan tambahan yang lebih efisien, hemat dan berkelanjutan.
Solusi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan tanaman azolla (Azolla microphylla.), paku air kecil yang kaya nutrisi dan mudah dibudidayakan. Azolla dinilai mampu menjadi pakan tambahan alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pelet. “Azolla ini juga sumber protein biasanya untuk pakan bebek dan ayam, mudah dibudidayakan sendiri, sehingga otomatis biaya pakan turun,” ujar Ketua Tim PKM, Ni Wayan Deswiniyanti, S.Si., M.Si. Pelatihan yang diberikan mencakup pengenalan jenis-jenis azolla hingga teknik budidaya yang praktis diterapkan oleh petani.
Selain mengenalkan tanaman azolla, tim PKM juga melatih kelompok tani membuat pakan fermentasi azolla, dibimbing oleh Putu Angga Wiradana, S.Si., M.Si. Pakan fermentasi dibuat dengan mencampurkan azolla segar, EM4 perikanan, molase, dan dedak, lalu difermentasi selama lebih kurang empat- lima hari. Dengan metode ini, kualitas kecernaan pakan meningkat sehingga mudah diserap dan meningkatkan pertumbuhan. Hal ini diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas budidaya ikan nila sekaligus menekan biaya produksi.
Tim PKM Undhira juga menyoroti aspek manajemen keuangan yang selama ini belum dilakukan oleh kelompok tani. Melalui pendampingan I Gusti Ngurah Manik Nugraha, ST., MM, kelompok tani diajarkan cara mencatat pengeluaran dan pemasukan menggunakan buku kas sederhana. Manajemen keuangan ini membantu untuk memantau perkembangan usaha mereka setiap periode. “Pencatatan keuangan tersebut akan membantu kelompok tani menghitung apakah penggunaan pakan fermentasi azolla lebih menguntungkan atau tidak, dengan membandingkan total biaya sebelum dan sesudah pemakaian pakan tersebut” penyampian Bapak I Gusti Ngurah Manik pada kelompok Tani. Hal ini mengindikasikan bahwa inovasi pakan fermentasi azolla tidak hanya menguntungkan secara ekonomis, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi pengeluaran kelompok tani
Program PKM turut melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi IKU. Gladys Elizabeth, mahasiswa Program Studi Biologi, terjun langsung membantu pada kegiatan budidaya azolla dan pakan fermentasi selama persiapan, kegiatan pendampingan dan monitoring uji coba pemberian pakan alternatif pada ikan nila. Adapun mahasiswa lain yang terlibat yakni Ida Bagus Gede Dharma Swastika dari Program Studi PIK membantu dalam kegiatan pendampingan pencatatan keuangan dan dokumentasi seluruh kegiatan.
Kelompok tani menyambut baik pendampingan ini karena memberikan solusi nyata terhadap masalah yang mereka hadapi selama ini terkait pakan. Dengan adanya pelatihan budidaya azolla dan pakan fermentasi, mereka tidak hanya menghemat biaya tetapi juga meningkatkan kualitas kecernaan dan pertumbuhan ikan. Program PKM ini akan berlangsung dari bulan September hingga November 2025 dengan rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan, pelatihan dan monitoring evaluasi. Tim Undhira berharap inovasi ini mampu memperkuat keberlanjutan usaha budidaya kan nila kelompok tani Giri Sari di Desa Bedulu.