Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi sains, berpikir kritis, dan kreatif. Namun, masih banyak pelajar yang memandang sains hanya sebagai teori di buku pelajaran. Oleh karena itu, Klub Sains hadir sebagai wadah untuk menggali potensi sains secara praktis, menyenangkan, dan relevan dengan isu global yang dapat menjadi wadah  pengembangan ide-ide inovatif berbasis sains yang berpotensi dikembangkan menjadi produk atau layanan yang bernilai ekonomi.Tanaman lokal sebagai bahan baku  obat memiliki peran yang penting  dalam perkembangan budaya dan kesehatan masyarakat Indonesia. Konvergensi pengetahuan tradisional dengan metode pembelajaran modern diharapkan dapat menghasilkan pengalaman belajar yang holistik. Dengan menggunakan tanaman obat lokal sebagai alat pembelajaran, siswa dapat belajar tentang botani, kimia, kesehatan, serta sejarah dan budaya lokal.

            

Pendekatan ini tidak hanya memperkaya kurikulum tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Oleh karena itu setiap sekolah pada umumnya memiliki kegiatan ekstrakurikuler dimana  SMA Negeri 2 Mengwi, terletak di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, merupakan sekolah umum negeri yang membentuk ekstrakurikuler klub sains sebagai wadah siswa/i untuk menuangkan ide pemikiran mereka secara saintifik, dan pengembangan ide ide inovatif yang disusun dalam bentuk artikel ilmiah. Namun dalam pelaksanaannya klub sains mengalami beberapa  kendala dan untuk terus dapat mengikuti dan meraih juara dalam berbagai lomba olimpiade maupun lomba penulisan artikel ilmiah lainnya.

Oleh karena itu Dosen Program Studi Biologi  melakukan pendampingan dan pelatihan mengenai karakterisasi tanaman berbahan dasar obat dan melakukan uji secara mikrobiologi dengan uji antimikroba. Berdasarkan hasil kegiatan PKM diketahui bahwa siswa dan guru  menambah  pengetahuan dan ketrampilan mengenai konsep karakterisasi tanaman lokal yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat dengan melakukan uji standarisasi spesifik dan non spesifik serta uji secara mikrobiologi pada ekstrak tanaman yang bisa dijadikan bahan baku obat dan nantinya akan  optimal dalam  penggunaan sarana dan prasarana  laboratorium sekolah sebagai tempat pelaksanaan praktikum dalam percobaan maserasi tanaman lokal, pengujian standarisasi dan uji secara mikrobiologi pada khususnya. Siswa/i SMAN 2 Mengwi sangat antusias dalam kegiatan ini terlebih mereka belum pernah secara langsung untuk melakukan uji antimikroba dan melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur.