IMG_3595a

Untuk meningkatkan pemahaman, penguasaan, update iptek dan lebih mengenalkan mahasiswa kepada calon pengguna lulusan (user), maka kegiatan perkuliahan dilaksanakan tidak hanya di kelas, laboratorium melainkan juga langsung di lapangan. Kegiatan pembelajaran inovatif yang meliputi tutorial, praktikum lapangan, penyusunan laporan kelompok merupakan bberapa implementasi dari aspek student centered dan kontekstual. Beberapa mata kuliah seperti penangkaran satwa, ornitologi, perilaku hewan, konservasi terumbu karang adalah beberapa mata kuliah di Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali yang memerlukan kajian lapangan. Mahasiswa dapat mempelajari beberapa aspek kajian langsung di lapangan misalnya mengenai taksonomi, perilaku, ekologi, manajemen penangkaran dan konservasi satwa.
Kegiatan ini dapat terselenggara tentunya atas kerjasama yang baik antara Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali dengan beberapa stakeholders seperti LIPI Botanical Garden Tabanan, Taman Burung Bali (Bai Bird Park) dan beberapa laboratoium besar di Bali. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap semester dengan mengambil lokasi di beberapa ekowisata maupun taman nasional ada di dalam maupun luar Bali. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendekatkan para mahasiswa kepada dunia kerja lulusan Biologi Konservasi nantinya, sehingga wawasan peserta didik menjadi lebih terbuka dan matang untuk siap terjun ke industri yang berbasis biologi maupun lingkungan.
Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali didirikan untuk mengatasi tantangan degradasi lingkungan seperti punahnya spesies, kerusakan habitat dan ekosistem yang semakin parah belakangan ini. Menurut beberapa ahli, Biologi Konservasi dinyatakan sebagai ilmu masa depan yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan lingkungan secara global. Ilmu Biologi Konservasi merupakan ilmu multidispliner yaitu gabungan dari beberapa ilmu sains murni dan terapan, serta didukung oleh ilmu ekonomi hingga manajemen sumber daya alam. Lulusan biologi konservasi dapat bekerja di laboratorium, kantor, lapangan, universitas, pemerintahan, industri dan organisasi nonprofit. Mereka didanai untuk meneliti, mengawasi, melaporkan setiap detail apa yang menjadi bidangnya. Untuk melakukan upaya konservasi mereka harus mampu menjawab tiga pertanyaan mendasar yaitu: pertama, bagaimana keanekaragaman hayati terdistribusi di bumi, kedua, apa ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan ketiga, apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman tersebut dan jika mungkin mengembalikan keanekaragaman hayati dan ekosistem seperti semula.