PERSILANGAN ANGGREK Vanda limbata dan Vanda tricolor

Hibridisasi atau  persilangan  adalah  metode  dalam  menghasilkan  kultivar tanaman baru yaitu dengan cara menyilangkan dua atau lebih tanaman yang memiliki konstitusi genetik berbeda  dengan tujuan  untuk menggabungkan karekter – karakter baik  dalam  satu  tanaman,  memperluas  variabilitas  genetik  tanaman melalui rekombinasi gen, dan untuk mendapatkan hibrid vigor. Pemilihan tetua  atau  kombinasi  hibrid merupakan hal yang sangat penting dalam pemuliaan tanaman dan hal tersebut sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan program pemuliaan. Salah satunya tanaman komersial yang banyak diminati adalah anggrek jenis vanda.

Anggrek vanda kaya akan bentuk dan variasi/kombinasi warna, mulai dari warna yang bercorak totol-totol sampai pada discolour. Vanda termasuk anggrek monopodial. Artinya, batang utamanya tumbuh terus-menerus ke atas tanpa batas. Di habitat aslinya ada yang tumbuh sebagai anggrek tanah (teresterial) dan ada pula yang tumbuh menempel di batang pohon (epifit). Vanda spesies yang endemik yang memiliki warna menarik salah satunya adalah Vanda tricolor. Anggrek Vanda tricolor (Gambar 1) spesies anggrek endemik di kawasan lereng Gunung Merapi, vanda ini dapat dijumpai di Jawa Barat hingga Pulau Bali. Bunga berwarna dasar antara putih dengan corak totol berwarna coklat hingga kuning, dengan lidah merah keunguan. Diameter bunga anggrek Vanda tricolor bisa mencapai 10 cm tergantung ukuran tanamannya, bunga mampu bertahan hingga 20-25 hari. Vanda endemic lainnya yang berpotensi sebagai bahan hibridisasi yaitu Vanda limbata (Gambar 2). Bunganya berwarna coklat, dengan lidah berwarna ungu. Harum, seperti rasa kayu manis, bunga berukuran 3-5 cm.

Gambar 1. Vanda tricolor
Gambar 2. Vanda limbata

Hibridisasi dinyatakan berhasil apabila dalam satu populasi persilangan muncul variasi seperti warna bunga, tinggi tanaman, atau bentuk tanaman dan semua itu dapat diketahui melalui karakterisasi hasil persilangan. Persilangan anggrek Vanda limbata x V. tricolor telah berhasil dilakukan oleh dosen program studi Biologi  Universitas Dhyana Pura Ni Kadek Dwipayani Lestari, S.Si.,M.Si. bersama mahasiswa Biologi pada tahun 2017 yang berhasil mendapatkan buahnya yang kemudian dikulturkan pada tahun 2018-2019. Penelitian berikutnya dilanjutkan oleh dosen Ni Wayan Deswiniyanti, S.Si.,M.Si bersama dengan mahasiswa Biologi dengan memberikan perlakuan bahan mutasi kolkhisin, yang diharapkan akan mendapatkan karakteristik bunga yang lebih besar daripada induknya. Saat ini (2020) hasil kultur tanpa mutasi dan bahan mutasi telah berhasil dilakukan dan diaklimatisasi di Balai Benih Tanaman Pangan Luwus Baturiti, Tabanan Bali . Pemilihan Vanda tricolor dan Vanda limbata sebagai bahan persilangan  karena diharapkan dari hasil penelitian ini mendapatkan karakteristik warna bunga baru yang menarik dengan ukuran bunga lebih besar dan dengan bunga yang harum.

Gambar 3. Kultur Persilangan
Gambar 4. Hasil Aklimatisasi persilangan