PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DHYANA PURA DENGAN KELOMPOK PENGRAJIN TENUN SONGKET CAGCAG DI DESA SANGKAR AGUNG KABUPATEN JEMBRANA

IMG201808231302251IMG201808231410232

Keterangan Gambar: Kegiatan Pengabdian Pendampingan Universitas Dhyana Pura Bali Di Desa Sangkar Agung Kabupaten Jembrana

BALI TRIBUNE – Kementrian Riset danTeknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEK dan DIKTI) setiap tahun mengadakan program kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dan tahun ini salah satunya diselenggarakan oleh  Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) Bali dengan kegiatan pengabdian dengan kelompok pengrajin tenun songket cagcag di Desa Sangkar Agung Kabupaten Jembrana. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tenun songket cagcag di Desa Sangkar Agung Kabupaten Jembrana.

            Tenun songket cagcag di Kabupaten Jembrana merupakan produk yang menjadi ciri khas di Kabupaten Jembrana atau dikenal dengan songket negare atau tenun songket cagcag. Asal kata cagcag sendiri berasal dari suara alat tenun yang digunakan, sehingga dijadikan ciri khasnya begitu pula motifnya yang khas. Namun, tenun songket sudah mulai berkurang pamornya karena begitu banyaknya jenis kamen yang ada di pasar. Selain karena pasar penjualan tidak luas serta lokasi yang sangat jauh dari area perkotaan membuat para pengrajin kesulitan untuk memasarkan produknya. Permasalahan lainnya yaitu motif dan kualitas benang yang digunakan belum yang terbaru untuk mengikuti trend masa kini dan berupa kemasan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual.  Permasalahan tersebut dikemukan oleh para pengrajin tenun songket kelompok tenun yastiti rupa di Desa Sangkar Agung yang diketuai oleh Ibu Nengah Sulasih dan Ibu Ketut Kamar.

            Solusi yang telah dilaksanakan dari permasalahan tersebut yaitu dengan kegiatan pendampingan kegiatan pemasaran dan pengadaan benang songket dengan kombinasi pewarna alami dan pendampingan motif desain songket terbaru yang paling diminati saat ini, serta kemasan elegan yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan kualitas songket. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Dhyana Pura yaitu Ni Kadek Dwipayani Lestari, S.Si.,M.Si. dari program studi Biologi Fakultas Ilmu Kesehatan Sains dan Teknologi dengan intruktur yang berpengalaman di bidang tenun songket yaitu Kadek Lintang Padmayani. Kegiatan pemasaran terdiri dari dibuatkannya situs media sosial untuk berjualan online yaitu instagram, facebook dan blogspot dengan nama yastitirupa serta bekerjasama dengan salah satu art shop di Seminyak Kuta yaitu Bamboo Balance. Art shop ini memasarkan berbagai produk kerajinan tangan masyarakat Bali dengan produk unggulannya tas rotan, dengan nama pemilik Bapak Putu Yoga Sosiawan ini berkomitmen ingin membantu dalam memasarkan produk songket ini hingga dapat dijual ke tamu mancanegara. Kegiatan pendampingan dan pengadaan benang songket terdiri dari  kegiatan pewarnaan celup benang songket yang menarik yang dikombinasikan dengan pewarna alami dan motif terbaru yaitu motif bulan bintang yang paling digemari saat ini dan kemudian dikemas dengan kemasan cantik yang lebih ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual songket. Dari kegiatan pengabdian ini diharapkan terdapat peningkatan omzet penjualan, peningkatan kualitas songket dan penjualan tenun songket cagcag yang berkelanjutan.

Penulis: Ni Kadek Dwipayani Lestari (Dosen Jurusan Bioteknologi, Universitas Dhyana Pura)