2018-05-07 12.36.01_8a

       Pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan perekonomian rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan. Desa dalam hal ini memiliki peran penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dikarenakan sumber daya alam di bidang pertanian, perkebunan ataupun peternakan yang dapat dikemas menjadi sumber pendapatan. Salah satu contoh adalah kelompok budidaya jamur tiram di Desa Luwus, Kabupaten Tabanan, Bali. Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya budidaya jamur tiram di Desa Luwus antara lain kondisi lingkungan yang sejuk dan lembab cocok untuk pertumbuhan jamur, bahan untuk kumbung/rumah jamur yang mudah dicari, tenaga kerja yang memadai, serta berkembanganya potensi Desa Luwus sebagai desa wisata sehingga memerlukan lebih banyak produk pangan  khas untuk kebutuhan pariwisata.

       Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok budidaya jamur tiram di Desa Luwus antara lain diversifikasi produk, pemasaran, manajemen usaha dan pengelolaan limbah. Oleh karena itu Jurusan Bioteknologi Universitas Dhyana Pura (Undhira) dengan dukungan tim dosen serta mahasiswa teknik informatika dan gizi terjun ke mitra dalam hal ini kelompok tani budidaya jamur, untuk mendampingi dan memberi solusi terhadap permasalahan tersebut. Kegiatan yang berlangsung dari bulan Maret hingga September 2018 menghasilkan luaran berupa peningkatan kemampuan dan keterampilan mitra progam dalam hal memperbanyak jenis olahan jamur tiram, pemasaran online dan pembukuan sedarhana menggunakan aplikasi software serta kemampuan dalam mengubah limbah menjadi benda bernilai guna. Pada prinsipnya, penanganan permasalahan pada mitra berupa manajemen usaha berbasis teknologi. Program kemitraan masyarakat yang didukung juga oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini merupakan salah satu perwujudan tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

       Jurusan Bioteknologi (Prodi Biologi) Undhira Bali, merupakan Jurusan Bioteknologi dengan peminatan bioteknologi kesehatan, pangan, lingkungan dan biokonservasi. Sumber daya alam Indonesia yang melimpah memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan. Sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara bijaksana demi kepentingan kesejahteraan masyarakat. Banyak industri makanan, minuman, obat, dan pariwisata memanfaatkan sumber daya alam, sehingga sarjana biologi dalam hal ini bioteknologi banyak diperlukan dalam pengelolaannya. Mahasiswa dapat memilih 3 kompetensi dengan kuliah keahlian yaitu  Bioteknologi Kesehatan (Biofarmasi, Herbal Medicine, Mikrobiologi Medis, Biomedik, DNA Forensik), Bioteknologi Pangan (Teknologi Pangan, Keamanan Pangan), Bioteknologi Lingkungan (Teknologi Pengolahan Limbah, Teknik Analisa Lingkungan, Biokonservasi Hayati). Profil Lulusan Jurusan Bioteknologi Undhira Bali yaitu: Manager (Quality Control/Assurance, Field Manager, Production), Researcher (Peneliti muda, analis kesehatan, pangan, lingkungan), Edutrainer (Pendidik), Consultant (konsultan) dan Bioentrepreneur (Pengusaha). Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja bioteknologi meningkat setiap tahun sehingga lulusan bioteknologi Undhira Bali terserap 100% di dunia kerja/industri.

Penulis: I Gede Widhiantara (Dosen Jurusan Bioteknologi, Universitas Dhyana Pura)

(Berita ini juga telah diterbitkan oleh Harian Bali Tribun, Sabtu, 1 September 2018)