{"id":307,"date":"2022-09-15T06:04:49","date_gmt":"2022-09-15T06:04:49","guid":{"rendered":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/?p=307"},"modified":"2022-09-15T06:04:50","modified_gmt":"2022-09-15T06:04:50","slug":"dosen-dan-mahasiswa-prodi-biologi-dampingi-petani-lakukan-diversifikasi-dan-optimalisasi-pemasaran-digital-produk-si-jae-di-desa-taro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/?p=307","title":{"rendered":"DOSEN DAN MAHASISWA PRODI BIOLOGI  DAMPINGI PETANI LAKUKAN DIVERSIFIKASI DAN OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL PRODUK \u201cSI JAE\u201d \u00a0DI DESA TARO"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Sektor pertanian yang sangat berkembang di Desa Taro adalah pertanian jahe, sehingga kawasan ini menjadi salah satu kawasan penghasil jahe terbesar di Bali. Tanaman Jae (Jae dalam bahasa Bali yang artinya Jahe) menjadi komoditas unggulan di wilayah ini. Pada tahun 2021 Kelompok Tani Satya Kencana dan Kelompok Wanita Tani Wana Lestari didampingi oleh Tim PKM Universitas Dhyana Pura berhasil mengembangkan empat jenis produk jahe kering &nbsp;dengan membentuk <em>brand <\/em>\u201cSi Jae\u201d. Produk yang dihasilkan berupa jahe merah dan gajah rajang serta jahe merah dan gajah bubuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Potensi bahan baku jahe yang dimiliki oleh petani di Desa Taro sangat melimpah, agar potensi pemanfaatan bahan baku jahe lebih optimal dan usaha yang dijalankan dapat lebih berkembang serta berdaya saing. Salah satunya dengan melakukan diversifikasi produk olahan jahe menjadi olahan produk lain seperti teh celup dan sirup jahe. Diversifikasi produk bertujuan untuk menambah variasi jenis produk sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitra. Pengembangan diversifikasi produk, secara tidak langsung akan menggairahkan potensi bahan baku yang dimiliki oleh mitra. Semakin banyak variasi produk yang dikembangkan oleh mitra maka akan semakin banyak pula kebutuhan bahan baku jahe yang diperlukan. Diversifikasi produk yaitu upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar baru, atau keduanya, dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Pendampingan yang dilakukan oleh Tim PKM yaitu penerapan produk teknologi tepat guna berupa alat produksi sirup jahe dan teh celup jahe\u00a0yaitu mesin pengaduk dan pemasak jahe serta alat pengemas berupa <em>Continuous Band Sealer<\/em>, pendampingan membuat produk sirup jahe dan teh celup jahe merah, pelatihan prinsip dasar higiene dan sanitasi, pelatihan dan Pendampingan dalam manajemen usaha seperti pendampingan rencana produksi, menyusun struktur organisasi \u00a0usah dan, menyusun laporan \u00a0keuangan \u00a0berbasis \u00a0prinsip \u00a0akuntansi serta \u00a0\u00a0pendampingan Teknologi Informasi dan Manajemen Pemasaran \u00a0dengan pengadaan laptop dan merancang strategi pemasaran digital. <em>\u00a0<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Ni Kadek Yunita Sari selaku ketua PKM menyatakan dengan adanya pendampingan diversifikasi dan pemasaran digital pada produk \u201cSi Jae\u201d diharapkan produk ini semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar modern sehingga kedepannya \u00a0bisa menjadi produk unggulan Desa Taro. Dengan adanya usaha pengembangan produk \u201cSi Jae\u201d \u00a0ini \u00a0diharapkan secara perlahan bisa mengangkat perekonomian masyarakat khususnya petani jahe di Desa ini. Bagi masyarakat yang tertarik membeli produk \u201cSi Jae\u201d dari Desa Taro, bisa melakukan pemesanan \u00a0melalui situs website \u201cSi Jae\u201d: <a href=\"https:\/\/s.id\/sijae.\"><u>https:\/\/s.id\/sijae.<\/u><\/a> Dalam kegiatan ini mahasiswa Program Studi Biologi yang terlibat yaitu Emanuel Maramba Hamu, Putu Ayu Tantri Dewi dan Garry Ganvis Jonteo Hani yang bertugas mendampingi petani dalam proses produksi produk sirup jahe dan teh celup jahe. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-310\" srcset=\"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-300x169.jpg 300w, https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-768x432.jpg 768w, https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/IMG_20220806_140531-360x203.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sektor pertanian yang sangat berkembang di Desa Taro adalah pertanian jahe, sehingga kawasan ini menjadi salah satu kawasan penghasil jahe terbesar di Bali. Tanaman Jae (Jae dalam bahasa Bali yang artinya Jahe) menjadi komoditas unggulan di wilayah ini. Pada tahun 2021 Kelompok Tani Satya Kencana dan Kelompok Wanita Tani Wana Lestari didampingi oleh Tim PKM [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/307"}],"collection":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=307"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":311,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/307\/revisions\/311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}