{"id":27,"date":"2015-04-12T13:02:11","date_gmt":"2015-04-12T13:02:11","guid":{"rendered":"http:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/?p=27"},"modified":"2015-04-12T13:05:15","modified_gmt":"2015-04-12T13:05:15","slug":"aspek-biologi-molekuler-untuk-mendukung-upaya-penangkaran-satwa-langka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/?p=27","title":{"rendered":"KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER UNTUK MENDUKUNG  UPAYA PENANGKARAN SATWA LANGKA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tingginya laju penurunan populasi berbagai satwa liar belakangan ini harus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan jumlah populasi baik oleh pemerintah dengan bantuan praktisi dan peneliti maupun oleh swadaya masyarakat seperti yang tergabung dalam kelompok-kelompok pencinta satwa. Pengembalian jumlah populasi di alam dapat dilakukan dengan konservasi<em> in situ<\/em> dan <em>ex situ<\/em>. Konservasi <em>ex situ<\/em> atau yang biasa disebut penangkaran nampaknya menjadi jalan terakhir ketika jumlah populasi di alam sudah sangat kecil.<br \/>\nPenangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Penangkaran tumbuhan dan satwa liar dapat berbentuk pengembangbiakan satwa, pembesaran satwa, yang merupakan pembesaran anakan dari telur yang diambil dari habitat alam yang ditetaskan di dalam lingkungan terkontrol dan atau dari anakan yang diambil dari alam (<em>ranching\/rearing<\/em>), perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam kondisi yang terkontrol (<em>artificial propagation<\/em>). Pada hakekatnya tujuan penangkaran adalah untuk mendapatkan spesimen tumbuhan dan satwa liar dalam jumlah, mutu, kemurnian jenis dan keanekaragaman genetik yang terjamin, untuk kepentingan pemanfaatan sehingga mengurangi tekanan langsung terhadap populasi alam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Gambar-hasil-analisa-keanekaragaman-genetik-beberapa-sampel-Burung-Jalak-Bali.bmp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28 aligncenter\" src=\"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Gambar-hasil-analisa-keanekaragaman-genetik-beberapa-sampel-Burung-Jalak-Bali-300x229.bmp\" alt=\"Gambar hasil analisa keanekaragaman genetik beberapa sampel Burung Jalak Bali\" width=\"200\" height=\"153\" srcset=\"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Gambar-hasil-analisa-keanekaragaman-genetik-beberapa-sampel-Burung-Jalak-Bali-300x229.bmp 300w, https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Gambar-hasil-analisa-keanekaragaman-genetik-beberapa-sampel-Burung-Jalak-Bali.bmp 383w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Gambar hasil analisa keanekaragaman genetik beberapa sampel Burung Jalak Bali (Sumber: Widhiantara dan Rosiana, 2014)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Untuk menentukan mutu dan kemurnian jenis hasil penangkaran diperlukan kajian yang jauh lebih mendalam. Seiring perkembangan bidang biologi molekuler saat ini, aplikasi kajian genetika untuk mendukung upaya penangkaran satwa langka khususnya akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Beberapa hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan penangkaran ketika satwa induk yang terpilih telah dikaji dari sudut genetiknya. Beberap spesies satwa bersifat monomorfik, seperti pada burung Jalak Bali (<em>Leucopsar rothschildi<\/em> Stresemann, 1912) antara jantan dan betina memiliki ciri yang morfologi yang hampir sama apalagi saat usia muda\/anakan sehingga sulit dibedakan. Kemiripan tersebutlah yang menjadi kendala awal untuk memasangkan individu Jalak Bali pada saat upaya penangkaran akan dilakukan. Permasalahan karena jumlah populasi satwa yang cenderung sangat sedikit membuat upaya penangkaran menemui kendala karena sulit mendapatkan indukan yang memiliki hubungan kekerabatan yang jauh. Dengan aplikasi biologi molekuler beberapa kendala tersebut dapat diminimalkan, kajian mengenai <em>sexing<\/em>\u00a0 untuk mendapatkan informasi jenis kelamin satwa dan upaya untuk menghindari <em>inbreeding<\/em> karena hubungan kekerabatan satwa yang sangat dekat dapat dihindari. Sehingga hal ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan penangkaran satwa langka.<\/p>\n<p>Posted by: Gd Widhiantara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tingginya laju penurunan populasi berbagai satwa liar belakangan ini harus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan jumlah populasi baik oleh pemerintah dengan bantuan praktisi dan peneliti maupun oleh swadaya masyarakat seperti yang tergabung dalam kelompok-kelompok pencinta satwa. Pengembalian jumlah populasi di alam dapat dilakukan dengan konservasi in situ [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27"}],"collection":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27\/revisions\/34"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.undhirabali.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}